Selamat dan Sukses Abdul Rahman, Ph.D Lulus DAAD Dies International Dean’s Course di Osnabrück
Bengkulu, Civitas akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dengan bangga menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas kelulusan Dekan FKIP, Abdul Rahman, S.Si, M.Si, Ph.D, peserta Dialog on Innovative Higher Education Strategies (DIES) International Deans’ Course yang diselenggarakan oleh Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) Firm Commitment to Ethical Behavior in Academia yang diselenggarakan di Osnabrück, Jerman. Program bergengsi ini merupakan bagian dari inisiatif internasional yang difasilitasi oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan akademik di perguruan tinggi.
Dies International Dean’s Course dirancang untuk para pimpinan fakultas dan pengelola perguruan tinggi dari berbagai negara, dengan fokus pada penguatan tata kelola, manajemen strategis, internasionalisasi pendidikan tinggi, serta pengembangan mutu akademik berkelanjutan. Kegiatan ini mempertemukan para dekan dan pimpinan institusi dari berbagai belahan dunia dalam forum kolaboratif yang intensif dan aplikatif.
Melalui program bergengsi ini, Abdul Rahman dijadwalkan mengikuti grant short course ke Osnabrück, Jerman, pada tahun 2026, sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan internasionalisasi perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Program DIES International Deans’ Course merupakan inisiatif DAAD yang bekerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Jerman dan Universitas Osnabrück, serta didanai oleh Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Federal Jerman. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pimpinan perguruan tinggi di negara-negara ASEAN, khususnya dalam bidang manajemen mutu, tata kelola perguruan tinggi, dan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Rangkaian kegiatan pelatihan akan berlangsung sepanjang tahun 2026, meliputi pelatihan intensif selama 10 hari di Osnabrück dan Berlin (Jerman) serta 5 hari di Malaysia. Peserta program sangat terbatas, hanya 30 pimpinan perguruan tinggi yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan, dan Ketua Jurusan terpilih dari delapan negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Timor Leste.

Keikutsertaan dan kelulusan Abdul Rahman, Ph.D dalam program ini menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan komitmen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan daya saing internasional. Melalui program ini, peserta memperoleh wawasan komprehensif mengenai kepemimpinan akademik berbasis praktik terbaik di Jerman dan Eropa, serta memperluas jejaring kerja sama global.
Terpilihnya Dekan FKIP Abdul Rahman sebagai peserta program ini semakin memperkuat kiprah internasional Universitas Bengkulu. Capaian tersebut juga menambah rekam jejak kegiatan internasional Dekan FKIP Unib, yang sebelumnya pada Agustus–September 2025 juga berhasil meraih hibah short course Australia Awards untuk program Strengthening the Higher Education System in Indonesia (SHESI) di Australian National University dan University of Melbourne.
Program SHESI tidak hanya diisi dengan pelatihan dan seminar, tetapi juga kunjungan serta dialog strategis ke sejumlah institusi pendidikan dan pemangku kebijakan di Australia, antara lain RMIT University, Deakin University, Holmes Institute, Kementerian Luar Negeri Australia, Kantor Gubernur Victoria, Badan Akreditasi Pendidikan Tinggi Australia (TEQSA), serta Victoria Skills Authority. Program prestisius ini diikuti oleh 20 akademisi dan 7 staf Kementerian Diktisaintek yang diseleksi ketat dari sekitar 800 pelamar se-Indonesia.
Akan Lakukan MoU dengan NTNU Taiwan
Sejalan dengan penguatan jejaring internasional, FKIP Unib juga terus memperluas kerja sama global. Pada April 2026, tim FKIP Unib yang dipimpin langsung oleh Dekan Abdul Rahman dijadwalkan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Fakultas Pendidikan National Taiwan Normal University (NTNU), universitas yang berada pada jajaran QS Top 30 dunia di bidang Pendidikan.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan tridharma perguruan tinggi, serta diharapkan menjadi jembatan (bridging) pendidikan jenjang Doktor (S3) bagi tiga dosen muda FKIP Unib, yakni Lenni Mantili (Program Studi Pendidikan Nonformal), Yahya Eko Nopianto (Program Studi Pendidikan Jasmani), dan Hananda Fitra Pranatha (Program Studi Bimbingan dan Konseling).
MoU dengan NTNU ini menjadi kerja sama kedua FKIP Unib dengan perguruan tinggi di Taiwan, setelah sebelumnya pada November 2024 menjalin kerja sama serupa dengan Universitas Tamkang. Implementasi kerja sama tersebut telah diwujudkan melalui program student exchange mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unib ke Taiwan dengan dukungan beasiswa dari Universitas Tamkang.

Menanggapi terpilihnya dirinya sebagai peserta DIES International Deans’ Course DAAD 2026 serta meningkatnya aktivitas internasional FKIP Unib, Abdul Rahman menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pembelajaran, baik di FKIP maupun di Universitas Bengkulu secara umum.
Menurutnya, kualitas bukan sekadar tampilan luar berupa fasilitas dan pengetahuan, melainkan cerminan karakter yang terbangun melalui pengalaman dan sistem yang konsisten. “Kualitas tidak lahir hanya dari teori, tetapi dari pengalaman serta paparan terhadap sistem dan lingkungan yang menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata,” ujarnya.
Doktor lulusan University of Nottingham, UK, ini menambahkan bahwa ketika pengetahuan diwujudkan dalam kebijakan dan perilaku nyata, maka di situlah kualitas sejati terbentuk dan menghasilkan perbaikan berkelanjutan seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Civitas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. “Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi dan internasionalisasi institusi kita,” ujarnya.
Dengan kelulusan ini, diharapkan berbagai pengetahuan, pengalaman, dan jejaring internasional yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengembangan kebijakan dan manajemen fakultas, serta memperkuat kolaborasi akademik antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dan mitra internasional.
Sekali lagi, selamat dan sukses atas kelulusan Abdul Rahman, Ph.D dalam DAAD Dies International Dean’s Course di Osnabrück. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berprestasi di kancah global.
