Jakarta— Guna mempererat kerjasama antar Rusia dan Indonesia di bidang pendidikan, Jumat (15/2), Delegasi Rektor Perguruan Tinggi Rusia mengunjungi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk membicarakan berbagai peluang kerjasama dalam jenjang pendidikan tinggi antar kedua negara. Pada pertemuan yang berlangsung hangat tersebut banyak dibicarakan mengenai kondisi dan sistem pendidikan tinggi di kedua negara.

Hadir menemui delegas i tersebut dari pihak pemerintah Indonesia adalah Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Achmad Jaziedi, Direktur Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Agus Subekti, Sekeretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo, Kasubdit Kerjasama Antar Lembaga Purwanto, Kasubdit Penyelarasan Direktorat Pembelajaran dan kemahasiswaa Darnita Chandra dan pejabat terkait dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kepala Departemen Proyek Pendidikan Yayasan Pendidikan Rusia program Ekonomi Manejemen, Elena Morgorskaya menerangkan bahwa banyak sekali bidang ilmu yang menjadi unggulan pendidikan tinggi di Rusia, seperti pertambangan, ekplorasi,kesehatan serta bidang ilmu seperti seni dan budaya “Pendidikan seni dan budaya merupakan salah satu bidang yang diminati oleh mahasiswa internasional di Rusia” sahutnya.Elena menjelaskan bahwa perguruan tinggi Rusia dalam pengajarannya tidak hanya menyampaikan dalam bahasa Rusia saja, tetapi juga dalam bahasa Inggris. Walaupun begitu bagi Elena alangkah baiknya apabila mahasiswa internasional turut mempelajari bahasa Rusia sebagai bagian dari investasi pendidikannya.

Lebih lanjut diterangkan pula bahwa beberapa perguruan tinggi di Rusia pun menjalankan sistem pendidikan jarak jauh untuk menjangkau peminatnya, “Kami telah menjangkau puluhan ribu kilometer, hingga Argentina”.

Elena menerangkan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi Rusia membuka berbagai kemungkinan kerjasama pendidikan dengan Indonesia seperti halnya pertukaran mahasiswa, pendidikan Megister dan Doktor, pertukaran Guru Besar serta kerjasama dibidang pengembangan riset. Kondisi saat ini kerjasama pendidikan yang telah dimulai adalah antar perguruan tinggi kedua negara ” Baru 5 perguruan tinggi di Indonesia yang telah melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi di Rusia” jelasnya. Elena berharap kedatangannya bersama Delegasi Rektor Perguruan Tinggi Rusia tersebut dapat membuka berbagai peluang bagi pengembangan kerjasama di bidang pendidikan tinggi di kedua negara.

Menanggapi harapan tersebut, Jaziedi mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Rusia, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan sebenarnya sudah dirintis sejak lama, hal ini terlihat dari banyaknya karya sastra Rusia yang ramai beredar di Indonesia pada era 60-an ” Banyak budayawan dan sastrawan Indonesia yang belajar di Rusia saat itu, kami pun mengenal banyak sekali karya-karya penulis Rusia seperti Anton Chekhov dan novelis Tolstoy” jelasnya. Akan tetapi kondisi saat ini Rusia belum menjadi salah satu negara tujuan favorit untuk meneruskan pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Jaziedi, Perancis dan Jerman merupakan dua negara di Eropa yang memiliki jumlah mahasiswa asal Indonesia terbesar, ” Masing-masing sekitar 18% dari jumlah mahasiswa asal Indonesia di Eropa” ujar Jaziedi. Persentase kedua negara tersebut jauh diatas Rusia yang saat ini diperkirakan tidak lebih dari 2% mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negeri Beruang Merah tersebut.

“Kita perlu untuk terus meningkatkan kerjasama pendidikan ini, teknisnya mungkin seperti di Perancis dan Jerman, dimana Indonesia mememiliki Joint Working Group (JWG) dengan kedua negara tersebut” jelas Jaziedi. JWG ini bagi Jaziedi sangat strategis untuk membahas peluang dan berbagai kesempatan baik dalam dunia pendidikan ataupun berbagai bidang lainnya antar kedua negara “Hal ini tentunya akan berujung dengan semakin eratnya hubungan antara Indonesia dan Rusia”. JWG antar Indonesia dan Rusia sendiri saat ini tengah dalam proses penyusunan dan menunggu kesepakatan dari kedua Menteri terkait pendidikan tinggi di kedua negara.

60 Beasiswa Pendidikan

Lebih lanjut pemerintah Rusia, melalui kedutaan besarnya di Indonesia telah mempersiapkan sebanyak 60 kuota beasiswa pendidikan untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk meneruskan pendidikannya ke Rusia. Walaupun begitu, menurut Direktur Pusat Pendidikan dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar Rusia di Indonesia Vycheslav Tuchnin, kuota tersebut setiap tahunnya tidak terserap secara maksimal.Vycheslav mengutarakan bahwa informasi mengenai kesempatan beasiswa tersebut telah ditampilkan pada muka laman Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, “Sehingga kami berharap informasi ini dapat diketahui oleh masyarakat luas”sahut Vycheslav. (YH)