The Blog

Propinsi Bengkulu memiliki dua buah pulau yang teletak di Samudera Hindia. Bengkulu merupakan salah satu propnsi yang rawan bencana alam terutama gempa bumi. Selain bencana alam kebumian, Bengkulu juga tidak luput dari bencana lainnya seperti bencana Biologis yang sedang melanda sekarang ini yaitu wabah virus Covid-19. Gambar 1 menunjukkan letak Bengkulu secara geografis yang berada di pertemuan lempeng rawan bencana kebumian terutama gempa dan tsunami.

Dalam rangka meminimalisir resiko bencana maka perlu dikembangkan budaya siaga bencana dan kesadaran serta kesadaran akan mitigasi bencana alam. Kesadaran mitigasi bencana dan kesadaran spiritual perlu ditanamkan sedini mungkin untuk meminimalkan korban akibat bencana alam. Kesiapsiagaan bencana dan mitigasi perlu ditanamkan pada semua kalangan dari semua jenjang usia termasuk pada anak usia sekolah.

Sekolah merupakan suatu lembaga yang berperan penting dalam agen of change dalam hal ini untuk agen of change terhadap budaya kesiapsiagaan bencana dan mitigasi yang dimulai dari usia sekolah. Anak usia sekolah ini diharapkan dapat menjadi agen of change di lingkungan sekitarnya untuk menanamkan budaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana alam. Membangun budaya siap siaga bencana pada anak usia sekolah bisa dilakukan melalui pendidikan mitigasi berbasis kelas melalui pembelajaran sains, berbasis budaya sekolah dengan menerapkan literasi terhadap kebencanaan dan mitigasi serta berbasis masyarakat dengan memberdayakan peran keluarga serta komunikas dalam masyarakat misalnya pemuda karangtaruna

Untuk dapat mewujudkan budaya siap siaga terhadap bencana pada siswa usia sekolah maka hal terpenting yang perlu dikembangkan adalah kompetensi Guru dalam pendidikan mitigasi. Kompetensi guru sains yang baik dalam pendidikan mitigasi dapat menghadirkan kegiatan pembelajaran sains yang mampu meningtegrasikan pembelajaran sains dan pendidikan mitigasi pada level pembelajaran di kelas sekaligus menjadi agen dalam mewujudkan budaya sekolah yang literasi terhadap kebencanaan dan mitigasi.

Mengingat pentingnya pendidikan mitigasi terutama bagi anak-anak usia sekolah di propinsi bengkulu yang rawan bencana maka TIM Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dari S2 Pendidikan IPA FKIP melakukan kegiatan PPM dengan mengusung judul “Integrasi Pendidikan Mitigasi Dalam Konten Pembelajaran Sains Sebagai Upaya Membangun Kesadaran Mitigasi Dari Jenjang Sekolah”. Kegiatan PPM ini diketuai oleh ibu Dr. Henny Johan, S.Si., M.Pd dengan anggota pelaksana bapak Dr. Afrizal Mayub, M.Si., dan bapak Dr. Rendy Wikrama Wardana, M.Pd.

Kegiatan PPM yang dilakukan oleh TIM Dosen s2 pendidikan IPA FKIP  UNIB ini bekerjsama dengan MGMP bidang IPA kabupaten seluma. Kegiatan dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2020. Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 orang guru yang berasal dari guru IPA se kabupaten seluma.

Kegiatan ini dilakukan dalam 2 sesi. Sesi pertama meliputi pemberian materi dan wawasan terkait bencana alam kebumian terutama yang sangat potensi terjadi di propinsi Bengkulu. Kemudian pemberian materi terkait wawasan akan mitigasi bencana serta pendidikan mitigasi. Guru IPA harus memiliki wawasan terkait konten kebencanaan serta mitigasi bencana alam maupun pendidikan mitigasi.

Kegiatan PPM ini diikuti dengan sangat antusias oleh guru. Guru IPA berpendapat bahwa pendidikan mitigasi sangat penting untuk diajarkan kepada siswa mengingat Bengkulu merupakan propinsi yang sangat rawan bencana alam terutama gempa bumi dan potensi tsunami. Melalui kegiatan PPM ini para guru bverpendapat bahwa mereka mendapatkan pengetahuan baru terkait bagaimana menghubungkan konten kebencanaan dan konten materi fisika. Menurut para guru, konten sains sangat potensial untuk menjadih wadah dalam mengintegrasikan pendidikan mitigasi pada level kelas.

Melalui kegiatan PPM ini, TIM PPM dari Dosen S2 Pendidikan IPA berharap para guru kedepannya dapat secara aktif untuk mengintegrasikan pendidikan mitigasi dalam pembelajaran sains. Konten sains terutama konsep-konsep fisika dapat menjelaskan berbagai fenomena alam terkait dengan bencana alam kebumian. Harapan kedepannya kegiatan PPM berbasis kelas dapat terus dikembangkan untuk memberikan pendampingan dalam mengaplikasikan integrasi pendidikan mitigasi dalam pembelajaran sains.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Your Comment*

Name*

Email*

Website

Chat Whatsapps