The Blog

Kondisi pandemic wabah Covid-19 yang sedang melanda dunia juga dirasakan oleh warga desa Cahaya Negeri terutama dari segi ekonomi. Ekonomi warga semakin memprihatinkan dan kesulitan untuk memenuhi bahan pangannya. Kondisi ini mengharuskan warga desa Cahaya Negeri untuk lebih kreatif dan telaten dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan rumah tangga baik dari kebutuhan pangan nabati seperti sayuran maupun kebutuhan pangan hewani.

 

Untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan, sebagian warga desa cahaya negeri telah melakukan upaya budidaya sayur-sayuran dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya. Budidaya sayur-sayuran ini semestinya dapat mengurangi masalah ketersediaan bahan pangan, namun oleh karena keterbatasan luas lahan budidaya hasil panenya pun belum mencukupi kebutuhan konsumen.

Untuk meningkatkan ketahanan pangan warga seluma khususnya di Desa Cahaya Negeri terutama dimasa sulit saat pandemic wabah Covid-19 maka teknologi tepat guna (TTG) yang tepat adalah aplikasi teknologi modifikasi aquaponik dengan integrasi budidaya ikan dan tanaman sayur dalam ember. Keuntungan akuaponik untuk media ember budidaya dan ikan adalah kebersihan air pada ember tetap terjaga, air tidak mengandung zat-zat berbahaya bagi ikan karena sistem akuaponik terdapat proses filtrasi dan juga dapat mengurangi resiko penyebaran vektor penyakit dari nyamuk dengan memanfaatkan ember dan wadah sederhana.

Mengingat keuntungan dari teknologi akuaponik dan kesesuaianya dengan kondisi dan kebutuhan di desa Bukit Peninjauan 1 Cahaya Negeri maka salah satu TIM Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dari FKIP melakukan kegiatan PPM dengan mengusung judul “Penerapan Teknologi  Integrating Fish And Plant Culture Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pada Masa Pandemic Wabah Covid-19” yang dilakukan pada Sabtu, 7 November 2020. Kegiatan PPM ini diketuai oleh bapak Dedy Hamdani, M,Si dengan anggota pelaksana bapak Dr. Iwan Setiawan, M,Sc dan ibu Dr. Henny Johan, S.Si., M.Pd

Kegiatan PPM yang dilaksakanan di desa bukit peninjauan 1 diikuti dengan antusias oleh warga. Kegiatan pelatihan dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan terkait bagaimana cara membuat media serta menerapkan teknologi Integrating Fish And Plant Culture untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan warna dapat menerapkan secara mandiri tekonolgi Integrating Fish And Plant Culture untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang berasal dari protein hewani serta sayur mayur secara bersamaan. Penerapan teknologi ini memiliki banyak keuntungan antara lain dapat menggunakan media ember dan cup bekas yang sudah tidak terpakai serta tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Selain itu, perawatan tanaman sayuran relative mudah dan waktu panen yang relative pendek. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga terutama dari protein hewani dan sayuran untuk konsumsi harian serta dapat juga dijual ke sekitar tempat tinggal warga.

Media yang telah dibuat dan siap digunakan sebagai hasil kegiatan pelatihan harus di rendam terlebih dahulu dengan air selama 1 minggu agar siap untuk menabur benih. Kegiatan pelatihan pembuatan media serta cara penerapan teknologi Integrating Fish And Plant Culture dilanjutkan dengan aplikasi lapangan untuk memberikan pengalaman serta pendampingan penerapan teknologi teknologi Integrating Fish And Plant Culture. Tim PPM yang diketui oleh bapak Dedy Hamdani, M.Si menyerahkan secara simbolis bibit ikan dan melakukan peninjauan berkala perkembangan aplikasi lapangan teknologi Integrating Fish And Plant Culture yang dilakukan oleh warga desa bukit peninjauan.

Kegiatan PPM Penerapan Teknologi Integrating Fish And Plant Culture Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pada Masa Pandemic Wabah Covid-19 yang telah dilakukan di desa bukit peninjauan 1 diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan pada warga untuk memanfaatkan lahan serta memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Kegiatan PPM ini juga diharapkan dapat menjadi pionir untuk diikuti an diaplikasikan secara lebih luas oleh warga desa lainnya secara mandiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Your Comment*

Name*

Email*

Website

Chat Whatsapps