The Blog

(India, 28 Juni 2020) Muhammad Kristiawan dosen Program Doktor Ilmu Pendidikan, FKIP Universitas Bengkulu, kembali menjadi narasumber dalam konferensi internasional yaitu International Conference on Impact of Globalization on Higher Education: Issues, Opportunities, Challenge and Future. Konferensi internasional ini dilaksanakan di India, 28 Juni 2020 melalui Zoom Cloud.

Muhammad Kristiawan menjelaskan globalisasi membuat seluruh penduduk di dunia terhubung. Arus informasi, teknologi, dan barang antar negara dan konsumen terbuka bebas. Keterbukaan ini terjadi melalui berbagai hubungan, mulai dari bisnis, geopolitik, dan teknologi hingga perjalanan, budaya, dan media. Akses mudah ke berbagai Negara, teknologi baru dikembangkan oleh berbagai Negara. Globalisasi membawa beberapa tantangan ketika banyaknya perusahaan mulai tumbuh dan berkembang lintas batas.

Menurut Muhammad Kristiawan keuntungan adanya globalisasi adalah adanya akses ke budaya baru; penyebaran teknologi dan inovasi; biaya yang lebih rendah untuk produk; standar hidup yang lebih tinggi di seluruh dunia, akses ke pasar baru dan akses ke keahlian baru. Isu hari ini adalah munculnya pandemi Covid-19 yang membuat perguruan tinggi di seluruh dunia sulit untuk bertahan. Perguruan tinggi harus membayar dosen, dan biaya gedung, yang semuanya menggunakan uang milyaran, namun apa yang sudah dibayar tadi tidak bisa dimanfaatkan karena hari ini mahasiswa tidak menggunakan gedung untuk kuliah, semua dilakukan melalui virtual learning. Dosen harus dibayar, sementara mahasiswa tidak membayar biaya kuliah karena sulitnya ekonomi orang tua.

Untuk bisa bertahan, perguruan tinggi harus bisa berinovasi, membuat kebijakan strategi pembelajaran daring, mengubah system tradisional ke system daring. Semua perguruan tinggi menggunakan zoom, google meet, webex, google classroom dan aplikasi lainnya dalam pembelajaran. Tantangan dan masa depan perguruan tinggi adalah system Hybrid/Blended Learning. Di akhir paparan, Muhammad Kristiawan mangajak seluruh dosen untuk komitmen meningkatan investasi di pengembangan digital skills, selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru, Learning by doing, melakukan kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan, dan menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukan materi terkait human-digital skills.

Noermanzah

Editor Web FKIP Universitas Bengkulu

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Your Comment*

Name*

Email*

Website

Chat Whatsapps